Headline

Luthfi: MK Harus Lihat Kebenaran Itu Tidak Setengah-setengah

CUKUP BUKTI - Luthfie Yazid, saat diwawancarai wartawan

INDONESIAMENANG - Anggota Tim hukum Prabowo-Sandi, Luthfie Yazid menilai, segala bukti terjadinya kecurangan telah disampaikan dan dibuktikan pihaknya di beberapa persidangan Mahkamah Konstitusi (MK). Karena itu jika MK menolak gugatan pihaknya dan mengukuhkan paslon 01 Joko-Maruf sebagai pemenang Pilpres 2019, maka itu artinya putusan MK itu sendiri yang menjadi persoalan.

”Adanya unsur-unsur kecurangan itu sudah kami buktikan dalam persidangan. Jika disahkan kecurangannya itu, maka putusan MK pun menjadi persoalan. Karena yang kami butuhkan adalah public trust. Artinya, pemerintah siapapun nanti kalau tidak ada public endorsement maka akan bermasalah dalam perjalanannya,” terang Luthfi Yazid dalam diskusi ’Apakah Kecurangan Disahkan?’ di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Rabu (26/6).

Terkait bukti-bukti dokumen surat dan elektronik yang disampaikan pihaknya, menurut Luthfi, adalah valid. Sedangkan bukti-bukti yang diajukan ke persidangan oleh pihak tergugat atau termohon, dalam hal Ini KPU RI justru amburadul. Misalnyai penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada 21 Mei 2019, sedangkan hari pencoblosan dilakukan satu bulan sebelumnya, yakni pada 17 April 2019.

Ia lantas berharap agar sembilan hakim MK benar-benar cermat dan teliti dalam membuat putusan. ”Semuanya harus dilihat faktanya secara utuh. Jangan sampai MK melihat kebenaran yang setengah-setengah,” tukas Luthfi.

”Proses persidangan di MK itu dipantau publik. Termasuk proses tahapan-tahapan Pilpres. Karena itu, MK sebagai lembaga terakhir yang menegakkan keadilan dan konstitusi rakyat harus cermat melihat semua bukti kecurangan yang sudah disampaikan,” tegas Luthfi.

Menurutnya kecurangan tidak bergantung pada sekedar persentase, namun hal-haldi luar itu. ”Apa yang dimaksud dengan kecurangan itu ? Katakanlah puluhan juta, oh belum itu curang itu. Lalu yang dimaksud curang itu kalau 50 persen lebih itu baru curang. Nah, ini suatu hal yang aneh, cara berpikir yang sangat aneh. Padahal tidak ada kebenaran yang setengah-setengah, kebenaran itu ya full. Begitu juga tidak ada kesalahan yang hanya setengah,” pungkasnya. (tim)


#luthfie-yazid #sengketa-pilpres-2019 

Berita Terkait