Headline

Nasrullah : Kedepan, Tidak Perlu Ada Lagi Sengketa Hasil Pilpres di MK

BUKAN WEWENANG - Teuku Nasrullah

INDONESIAMENANG - Tim hukum Prabowo-Sandi, Teuku Nasrullah mengatakan, untuk kedepannya tidak usah ada lagi sengketa hasil Pilpres di Mahkamah Konstusi (MK). Nasrullah dan seluruh tim hukum Prabowo-Sandi mengaku kecewa dengan pembacaan putusan yang disampaikan majelis hakim MK yang nyaris menolak semua dalil-dalil gugatan yang disampaikan pihaknya, selalu pemohon gugatan.

Diterangkan Nasrullah, majelis hakim MK telah memasang ”pagar-pagar atau ranjau-ranjau yang mengandaskan nyaris seluruh dalil-dalil gugatan yang disampaikan pihaknya. Setidaknya, menurut Nasrullah ada tiga ranjau yang dipasang majelis hakim.

”Ranjau pertama yang dipasang mereka (majelis hakim) pertimbangan ’bukan ranah’ kami. Itu ranjau untuk dalil gugatan kami yang bersifat kwalitatif terkait kecurangan terstruktur, sistematis, dan massif (TSM). Kalau ranjau pertama dapat (kami) lewati, maka ranjau kedua disebutkan hakim bahwa dalil gugatan kami tidak berkorelasi. Lalu, kalau ranja kedua bisa dilewati, ada ranjau ketiga, yaitu pertimbangan bahwa bukti-bukti yang kami ajukan tidak terbuktikan. Ini’kan aneh,” papar Nasrullah di gedung MK, Kamis (27/6).

Ia melanjutkan, ada 88 bukti rekaman video yang menunjukkan adanya kecurangan yang dilakukan secara TSM. Namun majelis hakim mengatakan tidak terbuktikan karena rekaman video itu tidak menunjukkan lokasi, kapan kejadiannya, dan siapa saja yang ada di rekaman video itu. Namun pihaknya, kata Nasrullah hanya dibatasi menghadirkan 15 saksi fakta dan dua saksi ahli.

”Lalu bagaimana mungkin kami dapat menjelaskan seluruh rekaman video yang menunjukkan adanya kecurangan yang TSM itu, sedangkan kami hanya dibatasi untuk mengajukan 15 saksi fakta dan dua saksi ahli. Lalu kami dikatakan tidak bisa membuktikan dalil-dalil kami sesuai hukum acara,” ujar Nasrullah.

Seharusnya, kata Nasrullah, MK memberikan keleluasaan seluas-luasnya kepada kami sebagai pemohon untuk membuktikan seluruh dalil-dalil gugatan kami. ”Kami sudah siapkan ratusan saksi. Tapi dibatasi 15 saksi saja. Itu pun saksi fakta kami berkurang satu orang, menjadi tinggal 14 orang,” tukas Nasrullah.

Dari berbagai pertimbangan majelis hakim dengan berbagai alasan-alasannya yang berisi penolakan terhadap dalil-dalil gugatan pemohon, Nasrullah berharap harus ada perbaikan terhadap hukum acara. ”Tapi lebih baik kedepannya gak usah ada saja sengketa hasil Pilpres di MK ini,” tandasnya. (tim)


#teuku-nasrullah #mahkamah-konstitusi #sengketa-pilpres 

Berita Terkait